Host news music

Aksi Galang Dana untuk Franky Sahilatua Kumpulkan Rp155 Juta

Rabu, 25 Agustus 2010

Aksi penggalangan dana untuk musisi senior Franky Sahilatua yang menderita kanker sumsum tulang belakang, mendapat banyak simpati dari kalangan artis-artis ibukota. Acara yang dimotori Rieke Dyah Pitaloka dan Trie Utami mampu menghadirkan musisi-musisi papan atas seperti

Ratna Listy Terima Indonesian Book of Record

Selasa, 24 Agustus 2010

Setelah dinilai lebih dari 20 tahun mengabdikan dirinya dalam dunia keroncong Indonesia, Ratna Listy menerima Indonesian Book od Record dalam bidang Kepeduliaan dan Dedikasi yang Mendalam Sebagai Artis untuk Melestarikan Musik Etnik/Keroncong Indonesia.

Gigi Ngabuburit Digandeng Carrefour

Minggu, 22 Agustus 2010

Grup band GIGI tampil mengisi waktu berbuka puasa bulan Ramadan bagi ribuan pengunjung pusat perbelanjaan Carrefour Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat.

Terbaring Sakit Franky Sahilatua Disemangati Presiden SBY

Senin, 16 Agustus 2010

Musisi dan aktvis Franky Sahilatua yang sekarang dirawat di General Hospital Singapura berterima kasih kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menaruh perhatian kepadanya.

Oppie Siapkan Album Ketujuh

Rabu, 11 Agustus 2010

Setelah sukses dengan dua singel terakhirnya “Singel Happy” dan “Bukan Puisi Cinta”, kali ini Oppie Andaresta kembali hadir dengan album ketujuhnya. Di album ini, Oppie tetap mempertahankan idealismenya dalam bermusik, namun tetap mengikuti arus.

//

Antik Rilis Singel Religi

Rabu, 11 Agustus 2010

Jadwal yang padat tak memupus keinginan mereka untuk beramal, itulah ANTIK. Sebagai anak band, Andee (vokal), Wien (bass), Rico (gitar), dan Agyl (drum) punya cara tersendiri untuk beramal.

Ada Smashing Pumpkins di Java Rockin`land 2010!

Senin, 9 Agustus 2010

Festival Rock terbesar di Indonesia, Java Rockin`land akan kembali digelar pada tanggal 8,9 dan 10 Oktober mendatang di Pantai Carnival, Ancol, Jakarta.

IGO Jawara Indonesian Idol 2010

Minggu, 8 Agustus 2010

Setelah melewati minggu-minggu yang melelahkan, Elichon Christellgo Pentury alias Igo akhirnya keluar sebagai jawara Indonesian Idol 2010.

“Cari Jodoh” Beken Di Eropa!

Minggu, 1 Agustus 2010

Band Wali kini tengah berbangga hati karena lagu “Cari Jodoh” milik mereka tengah populer di Eropa. Tak lama lagi “Baik-Baik Sayang” akan menyusul

Keong Racun Lejitkan Nama Jojo dan Sinta

Sabtu, 31 Juli 2010

Syndrom Star bisa terjadi kepada siapa saja dan kapan saja. Apalagi di era internet dewasa ini, setiap orang, tanpa terkecuali, dimanapun berada, bisa mempromosikan dirinya sendiri lewat jejaring sosial yang tersedia di dalamnya. Demikian diyakini pemerhati musik Denny Sakrie mengomentari fenomena meledaknya rekaman video Keong Racun di Youtube yang

tips sehat di bulan puasa

Tips Menjaga Kesehatan di Bulan Ramadhan – Tips Bulan Ramadhan. RamadhanMarhaban Ya Ramadhan. Berikut ini beberapa Tips Menjaga Kesehatan di Bulan Ramadhan :

Menjaga Kesehatan di Bulan RamadhanMenjaga Kesehatan di Bulan Ramadhan

 

Waktu Sahur
1. Sahur menjelang sholat shubuh. Usahakan sebelumnya tilawah Qur’an
2. Sepuluh menit sebelum adzan bersiap-siap menghentikan makan

Menjelang Shubuh
3. Fokuskan diri untuk mempersiapkan shalat Shubuh

Setelah Shubuh
4. Hirup udara pagi dan syukuri nikmatnya
5. Luangkan waktu untuk mendengar ceramah
6. Olah raga sedikit dengan meremaskan jari atau memutar pundak
7. Jangan tidur lagi
8. Tadarus Al Qur’an
9. Siap menunaikan tugas harian dalam keadaan fresh

Selama perjalanan dan di tempat kerja
10. Baca basmalah
11. Bersedekah dengan senyuman pada teman
12. Jangan lepaskan hati dari dzikrullah, karena itu akan menentramkan hati kita
13. Azamkan dengan kuat bahwa pekerjaan yang dilakukan adalah jihad fisabilillah
14. Jaga lisan, telinga dan mata dengan memfungsikannya pada hal-hal yang mendapat ridlo Allah.
15. Ajak beberapa sahabat untuk menjadi pengingat ketika kita lupa
16. Apabila emosi tidak terkendali, segera berwudhu dan perbanyak tadarus
17. Selalu ingat bahwa bulan Ramadhan bukan bulan malas-malasan.

Saat Buka Puasa
18. Segeralah berbuka bila telah tiba waktunya
19. Sempurnakan kewajiban berbuka dengan Shalat Magrib berjamaah
20. Setelah sholat Isya’ dan Tarawih, sempatkan untuk Tadarus Al Qur’an

Menjelang Tidur
21. Usahakan tidur paling malam jam 23.00
22. Tidur dengan adab yang benar

Bersikap Efektif dan Effisien
23. Minta tolonglah dengan perkataan yang baik
24. Apabila Anda hendak menyuruh orang lain, suruhlah dengan sewajarnya
25. Mudahkanlah pekerjaan orang lain
26. Buatlah orang merasa bergembira, niscaya Anda akan lebih kreatif
27. Jangan beri peluang bagi kegiatan yang tidak bermanfaat
28. Apabila emosi tidak terkendali, segera berwudhu dan perbanyak tadarus
29. Lakukanlah hal-hal sederhana yang bermanfaat
30. Perbanyak silaturahmi
31. Jangan terlalu mengingat amal baik Anda, tapi ingatlah amal baik orang lain.
32. Ingatlah hal buruk yang pernah kita perbuat, sehinnga kita menyesal
33. Syukuri apa yang telah diraih, walaupun sediki

Semoga Tips Menjaga Kesehatan di Bulan Ramadhan bisa menjadikan kita istiqomah dalam mengisi kegiatan sehari-hari di bulan Ramadhan.

kebohongan media sosial

Oleh: Nasreen Ega Al- Farizhy

Dekade terakhir, sejumlah Negara di Timur-Tengah bergolak menuntut perubahan. Suksesi revolusi Tunisia dengan tergulingnya Presiden Ben Ali setelah puluhan tahun berkuasa, telah menginspirasi dan menular ke belahan negara Arab lainnya. Tak lama setelah Ben Ali terguling dari tampuk kekuasaannya, Mesir pun bergolak menuntut perubahan. Berhari-hari rakyat Mesir tumpah ruah ke jalan menuntut Hosni Mubarak mundur.

Bak gayung bersambut, tuntutan rakyat Mesir pun akhirnya terpenuhi dengan turunnya Mubarak dari kursi kepresidenan.

Kini, dunia internasional kembali digegerkan gejolak revolusi yang terjadi di Libya. Sejumlah media internasional hampir setiap hari memberitakan negara yang dipimpin oleh Moammar Khadafy ini.

Gejolak Libya ini telah menyita perhatian dunia dan menghiasi pemberitaan berbagai media, baik nasional maupun internasional.

Seolah tak mau kalah dengan Tunisia dan Mesir, rakyat di negeri yang dipimpin oleh Moammar Khadafy ini juga ikut menggelorakan tuntutan perubahan.

Salah satu hal yang menarik dari gejolak Libya ini adalah isu pembantaian massal yang dilakukan oleh tentara Khadafy untuk membungkam para demonstran seperti dilansir banyak media. Benarkah hal itu memang terjadi? Atau memang media saja yang terlalu membesarkan hal itu ?

Ada Kebohongan Publik dalam Isu Pembantaian

Rasanya sulit diterima akal sehat jika ada seorang pemimpin yang menginstruksikan pembantaian massal rakyatnya secara terang-terangan. Kalaupun ada perintah tersebut, pastilah dilakukan secara rahasia.

Ini tentunya bertolak belakang dengan pemberitaan media yang mengabarkan seorang Khadafy memerintahkan pasukannya untuk membunuh para demonstran yang merongrong kekuasaannya.

Putra Khadafi, Seif al-Islam Khadafi, melontarkan bantahan keras pemberitaan media yang menyebutkan ayahnya menyewa tentara bayaran dari Afrika untuk membantai para demonstran.

Seif al-Islam menuding pihak media telah menerima bayaran dari sejumlah pihak untuk membuat kebohongan publik untuk menumbangkan ayahnya. Seperti dilansir TV Al-Arabiya, Saef al-Islam menuding pihak media sengaja dibayar untuk menjatuhkan ayahnya. Dia pun yakin jika ada yang menunggangi aksi para demonstran ini.

“Saudara-saudara Arab kami membayar gaji para jurnalis setiap bulannya, dan meminta mereka untuk menulis dan menghasut untuk melawan Libya. Menulis untuk melawan Muamar Khadafi”

Lebih lanjut, Saef al-Islam menantang media untuk membuktikan tuduhan adanya tentara bayaran dan pembunuhan massal yang konon kabarnya terjadi di Tripoli.

Pemberitaan bombastis media yang terkesan mengerikan juga dibantah oleh seorang mahasiswa Indonesia di sana. Gelar Digjaya Muhammad, mahasiswa tingkat tiga Islamic Call College asal Bandung yang tinggal di Tripoli itu membeberkan adanya banyak berita fitnah seputar kondisi yang sesungguhnya terjadi di Libya.

Khadafy dikabarkan sudah terdesak dan terkepung di rumahnya. Padahal, esok harinya Gaddafi berpidato di Tripoli,” tulis Gelar Digjaya tentang salah satu yang dimaksudnya dengan berita fitnah yang beredar luas.

Gelar Digjaya juga menulis bahwa berita pengeboman demonstran dengan jet tempur itu juga berita bohong.

”Pengeboman melalui pesawat di distrik Tajuro, Suqjumah, fasylum. Sampai saat ini, seluruh responden kami dari berbagai distrik pun sama sekali tidak pernah mendengar bunyi bom satu pun,”

”Responden kami dari berbagai distrik dan daerah yang diberitakan terjadi pengeboman mengatakan tidak ada apa-apa. Tidak ada bunyi pesawat apalagi letusan bom.”

Gelar Digjaya merupakan Ketua Departemen Kaderisasi KKMI (Kesatuan Keluarga Mahasiswa Indonesia) Libya. Lewat situs resminya, KKMI melaporkan situasi perkembangan terakhir dari Tripoli. KKMI mengkomparasikan sumber dari media asing, media pemerintah Libya dan situasi di lapangan baik melalui koresponden maupun kesaksian pribadi kawan-kawan mahasiswa

Dia juga membantah pemberitaan tentang pembantaian massal di Tripoli. ”Pembantaian massal di Tripoli, penembakan membabi buta. Ada mahasiswa kampus kami yang tiga hari mengelilingi Tripoli itu tidak menemukan apa-apa yang diberitakan. Tidak ada mayat-mayat bergelimpangan,” tulis Gelar Digjaya.

”Alun-alun Tripoli hancur dan dijadikan pusat demo anti-Gaddafi (justru kebalikan alun-alun kota masih sangat indah dan sudah dua hari berturut-turut dipenuhi ratusan ribu para pendukung Gaddafi).”

Kota Sirte, Sabha, Zawiyah, Misrata, dan Sabrata jatuh ke tangan oposisi. Padahal, tulis Gelar Digjaya, kota yang dikuasai oposisi hanya kota Benghazi dan Baidha yang terletak 1000 km dari Tripoli ke arah timur.

Untuk menelusuri kebenaran informasi ini, penulis mengontak seorang rekan yang kebetulan juga kuliah di Islamic Call College. Senada dengan Gelar Digjaya, dia juga memberikan gambaran yang sama tentang kondisi Libya dan menilai media terlalu membesar-besarkan demonstrasi yang terjadi di Libya, yang dalam realitasnya tak seperti yang dibayangkan. Menurutnya, memang terjadi demonstrasi di Libya, namun itu masih dalam batas yang terkendali dan tidak seheboh yang diberitakan banyak media. Selain itu, otoritas LIbya, menurutnya, juga tak memutuskan jalur komunikasi, baik telepon maupun internet, tidak seperti yang terjadi di Mesir.

Pertanyaan selanjutnya, mengapa mengapa media memberitakan suatu hal yang kontradiktif dengan kenyataan di lapangan?

Amerika dan Kepentingannya atas Libya dan Timur Tengah

Berbeda dengan Hosni Mubarak atau mantan diktator Tunisia Ben Ali yang pro Amerika, sosok Khadafi selama ini dikenal kritis atas kebijakan Amerika di Timur-Tengah. Kritik-kritik Khadafi tentu saja membuat ‘gerah’ negara adi kuasa tersebut.

Bergolaknya sejumlah negara-negara Arab nampaknya memberi peluang tersendiri bagi Amerika untuk ikut ambil bagian dalam memprovokasi rakyat Libya untuk menggulingkan kepemimpinan Khadafy.

Ada perbedaan tersendiri dalam kasus Libya ini jika dibandingkan dengan Mesir dan Tunisia. Mesir dan Tunisia bergolak akibat terjadinya krisis pangan dan besarnya jumlah pengangguran terdidik. Namun, di Libya lebih kental nuansa politisnya dibanding krisis ekonomi seperti yang terjadi di dua negara tetangganya tersebut.

Libya yang kaya dengan kandungan minyak tentu saja menjadi tujuan dari konspirasi besar negeri Paman Sam ini. Jika di Irak, Amerika menggunakan tuduhan senjata nuklir sebagai senjata untuk menggulingkan Saddam Hussein, meskipun hal itu tidak terbukti. Di negara Khadafy ini, Amerika terlihat lebih memainkan peran intelejennya guna memprovokasi rakyat Libya agar menggelorakan tuntutan perubahan seperti negara-negara tetangganya.

Untuk memainkan politiknya di ranah internasional, pers tentunya senjata ampuh untuk membentuk opini publik guna mendelegetimasi kepemimpinan Khadafy di dunia internasional. Karena itu pula kita dapat melihat sejumlah pemberitaan media internasional begitu mengerikan menggambarkan kondisi Libya dan otoritarianisme Khadafy. Celakanya, media nasional juga ikut ‘latah’ mengutip berita-berita dari media-media tersebut tanpa ditelusuri lebih jauh kebenarannya.

Seorang anggota parlemen Bahrain sekaligus wartawan, Samira Rajab menyampaikan kepada kantor berita Rusia, RIA Novosti, tentang agenda besar Amerika atas Timur-Tengah.

Samira mengatakan, pergolakan politik yang telah menjatuhkan penguasa Tunisia dan Mesir dan terus menjalar ke dunia Arab didalangi Amerika Serikat lewat proyek “Timur Tengah Baru”.

“Kerusuhan dan revolusi yang kita saksikan saat ini di negara Arab adalah akibat dari implementasi proyek AS bernama ’Timur Tengah Baru’ itu. Program tersebut dimulai dari Irak, kemudian Lebanon,” ungkapnya.

Istilah “Timur Tengah Baru” dikenalkan pada 2006 oleh Menteri Luar Negeri AS era Presiden George W Bush, Condoleezza Rice. Para analis mengatakan, proyek itu mendefinisikan kebijakan Washington di wilayah yang luas, termasuk negara Arab dan Asia Tengah.

“Babak baru implementasi proyek itu baru akan terlihat setidaknya sepuluh tahun lagi, yang dimulai sejak 2011,” katanya.

Menurut dia, strategi AS di wilayah Timur Tengah bertujuan melemahkan rezim berkuasa dan mengenalkan kelompok oposisi ke pemerintahan mereka.

Pada akhirnya, kita bisa mengambil kesimpulan, Amerika akan terus memainkan peranannya dalam percaturan politik Timur-Tengah maupun negara lainnya demi menancapkan kuku-kuku imperialismenya di sana. Wallahu’ a’lam bi Shawab

kesejukan hati

:)

Ketenangan itu dicapai melalui zikrullah. Namun zikrullah yang bagaimana dapat memberi kesan dan impak kepada hati? Ramai yang berzikir tetapi tidak tenang. Ada orang berkata, “ketika saya dihimpit hutang, jatuh sakit, dicerca dan difitnah, saya pun berzikir. Saya ucapkan subhanallah, alhamdulillah, Allah hu Akbar beratus-ratus malah beribu-ribu kali tetapi mengapa hati tidak tenang juga?”

Zikrullah hakikatnya bukan sekadar menyebut atau menuturkan kalimah. Ada bezanya antara berzikir dengan “membaca” kalimah zikir. Zikir yang berkesan melibatkan tiga dimensi – dimensi lidah (qauli), hati (qalbi) dan perlakuan (fikli). Mari kita lihat lebih dekat bagaimana ketiga-tiga dimensi zikir ini diaplikasikan.

Katalah lidah kita mengucapkan subhanallah – ertinya Maha Suci Allah. Itu zikir qauli. Namun, pada masa yang sama hati hendaklah merasakan Allah itu Maha Suci pada zat, sifat dan af’al (perbuatannya). Segala ilmu yang kita miliki tentang kesucian Allah hendaklah dirasai bukan hanya diketahui. Allah itu misalnya, suci daripada sifat-sifat kotor seperti dendam, khianat, prasangka dan sebagainya.

•Dimensi kata, rasa dan tindakan
Jika seorang hamba yang berdosa bertaubat kepada-Nya, Allah bukan sahaja mengampunkannya, malah menghapuskan catatan dosa itu, bahkan menyayangi dan memberi “hadiah” kepadanya. Firman Allah:
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Allah akan menghapuskan kesalahan-kesalahan kamu dan memasukkan kamu ke dalam syurga-syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai…”At Tahrim 8
Firman Allah lagi:
“… Sungguh, Allah menyukai orang yang taubat dan menyukai orang yang menyucikan diri” al baqarah 222.

Sifat ini berbeza sekali dengan kita manusia yang kekadang begitu sukar memaafkan kesalahan orang lain. Dan segelintir yang mampu memaafkan pula begitu sukar melupakan – forgive yes, forget not! Hendak memberi hadiah kepada orang yang bersalah mencaci, memfitnah dan menghina kina? Ah, jauh panggang daripada api! Begitulah kotornya hati kita yang sentiasa diselubungi dendam, prasangka dan sukar memaafkan. Tidak seperti Allah yang begitu suci, lunak dan pemaaf. Jadi, apabila kita bertasbih, rasa-rasa inilah yang harus diresapkan ke dalam hati. Ini zikir qalbi namanya.

Tidak cukup di tahap itu, zikrullah perlu dipertingkatkan lagi ke dimensi ketiga. Hendaklah orang yang bertasbih itu memastikan perlakuannya benar-benar menyucikan Allah. Ertinya, dia melakukan perkara yang selaras dengan suruhan Allah yang Maha Suci dan meninggalkan apa yang dilarang-Nya. Yang halal, wajib, harus dan sunat dibuat. Manakala yang haram dan makruh ditinggalkannya. Zina, mengumpat, mencuri, memfitnah dan lain-lain dosa yang keji dan kotor dijauhi. Bila ini dapat dilakukan kita telah tiba di dimensi ketiga zikrullah – zikir fikli!
Sekiranya ketiga-tiga dimensi zikrullah itu dapat dilakukan, maka kesannya sangat mendalam kepada hati. Sekurang-kurang hati akan dapat merasakan empat perkara:

•Rasa kehambaan.
•Rasa bertuhan.
•Memahami maksud takdir.
•Mendapat hikmah di sebalik ujian.
Hati adalah sumber dari segala-galanya dalam hidup kita, agar kehidupan kita baik dan benar, maka kita perlu menjaga kebersihan hati kita. Jangan sampai hati kita kotori dengan hal-hal yang dapat merosak kehidupan kita apalagi sampai merosak kebahagiaan hidup kita di dunia ini dan di akhirat nanti. Untuk menjaga kebersihan hati maka kita juga perlu untuk menjaga penglihatan, pendengaran, fikiran, ucapan kita dari hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT. Dengan menjaga hal-hal tersebut kita dapat menjaga kebersihan hati kita. Dengan hati yang bersih kita gapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

•Rasa kehambaan.
Rasa kehambaan ialah rasa yang perlu ada di dalam hati seorang hamba Allah terhadap Tuhan-Nya. Antara rasa itu ialah rasa miskin, jahil, lemah, bersalah, hina dan lain-lain lagi. Bila diuji dengan kesakitan, kemiskinan, cercaan misalnya, seorang yang memiliki rasa kehambaan nampak segala-galanya itu datang daripada Allah. Firman Allah:
“Katakanlah (Muhammad), tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah bertawakal orang-orang yang beriman.” At Taubah: 51

Seorang hamba akan pasrah dan merasakan bahawa dia wajar diuji. Bukankah dia seorang hamba? Dia akur dengan apa yang berlaku dan tidak mempersoalkan mengapa aku yang diuji? Kenapa aku, bukan orang lain? Ini samalah dengan mempersoalkan Allah yang mendatangkan ujian itu. Menerima hakikat bahawa kita layak diuji akan menyebabkan hati menjadi tenang. Jika kita “memberontak” hati akan bertambah kacau.

Imam Ghazali rhm pernah menyatakan bahawa cukuplah seseorang hamba dikatakan sudah “memberontak” kepada Tuhannya apabila dia menukar kebiasaan-kebiasaan dalam hidupnya apabila diuji Allah dengan sesuatu yang tidak disukainya. Misalnya, dia tidak lalu mahu makan-minum secara teratur, tidak mandi, tidak menyisir rambut, tidak berpakaian kemas, tidak mengemaskan misai dan janggut dan lain-lain yang menjadi selalunya menjadi rutin hidupnya. Ungkapan mandi tak basah, tidur tak lena, makan tak kenyang adalah satu “demonstrasi” seorang yang sudah tercabut rasa kehambaannya apabila diuji.

Bila ditimpa ujian kita diajar untuk mengucapkan kalimah istirja’ – innalillah wa inna ilaihi rajiun. Firman Allah:
“…Iaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-nyalah kami kembali.” Al baqarah 156

Mengapa kita diperintahkan mengucapkan istirja’? Kalimah ini sebenarnya mengingatkan kita agar kembali merasakan rasa kehambaan. Bahawa kita adalah hamba milik Allah dan kepada-Nya kita akan dikembalikan. Kita layak, patut dan mesti diuji kerana kita hamba, bukan tuan apalagi Tuhan dalam hidup ini.

•Rasa bertuhan.
Rasa kehambaan yang serba lemah, miskin, kurang dan jahil itu mesti diimbangi oleh rasa bertuhan. Bila kita rasa lemah timbul pergantungan kepada yang Maha kuat. Bila kita rasa kurang timbul pengharapan kepada yang Maha sempurna. Bila miskin, timbul rasa hendak meminta kepada yang Maha kaya. Rasa pengharapan, pengaduan dan permintaan hasil menghayati sifat-sifat Allah yang Maha sempurna itulah yang dikatakan rasa bertuhan.

Jika rasa kehambaan menyebabkan kita takut, hina, lemah sebaliknya rasa bertuhan akan menimbulkan rasa berani, mulia dan kuat. Seorang hamba yang paling kuat di kalangan manusia ialah dia yang merasa lemah di sisi Allah. Ketika itu ujian walau bagaimana berat sekalipun akan mampu dihadapi kerana merasakan Allah akan membantunya. Inilah rasa yang dialami oleh Rasulullah SAW yang menenteramkan kebimbangan Sayidina Abu Bakar ketika bersembunyi di gua Thaur dengan katanya, “la tahzan innallaha maana – jangan takut, sesungguhnya Allah bersama kita!”

Rasa bertuhan inilah yang menyebabkan para nabi dan Rasul, mujaddid dan mujtahid, para mujahid dan murabbi sanggup berdepan kekuatan majoriti masyarakat yang menentang mereka mahupun kezaliman pemerintah yang mempunyai kuasa. Tidak ada istilah kecewa dan putus asa dalam kamus hidup mereka. Doa adalah senjata mereka manakala solat dan sabar menjadi wasilah mendapat pertolongan Allah. Firman Allah:
“Dan pohonlah pertolongan dengan sabar dan solat.” Al Baqarah.

Dalam apa jua keadaan, positif mahupun negatif, miskin ataupun kaya, berkuasa ataupun rakyat biasa, tidak dikenali ataupun popular, hati mereka tetap tenang. Firman Allah:
“Dialah Tuhan yang menurunkan ketenangan ke dalam hati orang yang beriman, supaya keimanan mereka makin bertambah daripada keimanan yang telah ada. Kepunyaan Allah tentang langit dan bumi, dan Allah itu Maha Tahu dan Bijaksana.” Al Fathu 4.

Bila hati tenang berlakulah keadaan yang dijelaskan oleh Rasulullah SAW melalui sabdanya:

Maksudnya: Amat menarik hati keadaan orang beriman, semua pekerjaannya baik belaka, dan itu ada hanya pada orang beriman: Jika memperoleh kesenangan, dia bersyukur. Dan itu memberikannya kebaikan (pahala). Jika ditimpa bahaya (kesusahan), dia sabar dan itu juga memberikannya kebaikan.” – Al Hadis.

•Memahami maksud takdir Allah.
Mana mungkin kita mengelakkan daripada diuji kerana itu adalah takdir Allah SWT. Yang mampu kita buat hanyalah meningkatkan tahap kebergantungan kita kepada Allah di samping berusaha sedaya upaya menyelesaikan masalah itu. Ungkapan yang terkenal: We can’t direct the wind but we can adjust our sail – kita tidak mampu mengawal arah tiupan angin, kita hanya mampu mengawal kemudi pelayaran kita.

Kemudi dalam pelayaran kehidupan kita hati. Hati yang bersifat bolak-balik (terutamanya bila diuji) hanya akan tenang bila kita beriman kepada Allah – yakin kepada kasih-sayang, keampunan dan sifat pemurah-Nya. Dalam apa jua takdir yang ditimpakan-Nya ke atas kita adalah bermaksud baik sekalipun kelihatan negatif. Baik dan buruk hanya pada pandangan kita yang terbatas, namun pada pandangan-Nya yang Maha luas, semua yang ditakdirkan ke atas hamba-Nya pasti bermaksud baik.

Tidak salah untuk kita menyelesaikan masalah yang menimpa (bahkan kita dituntut untuk berbuat demikian), namun jika masalah itu tidak juga dapat diselesaikan, bersangka baik kepada Allah berdasarkan firman-Nya:

“Ada perkara yang kamu tidak suka tetapi ia baik bagi kamu dan ada perkara yang kamu suka tetapi ia buruk bagi kamu, Dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan kamu tidak mengetahuinya”
Surah Al Baqarah : 216

Seorang ahli hikmah, Ibn Atoillah menjelaskan hakikat ini menerusi katanya, “barang siapa yang menyangka sifat kasih sayang Allah terpisah dalam takdir-Nya, maka itu adalah kerana pen¬deknya penglihatan akal dan mata hati seseorang.”

Siapa tidak inginkan kekayaan, malah kita dituntut mencari harta. Namun jika setelah berusaha sedaya upaya, masih miskin juga, bersangka baiklah dengan Tuhan… mungkin itu caranya untuk kita mendapat pahala sabar. Begitu juga kalau kita ditakdirkan kita tidak berilmu, maka berusahalah untuk belajar, kerana itulah maksud Allah mentakdirkan begitu.

Kalau kita berkuasa, Allah inginkan kita melaksanakan keadilan. Sebaliknya, kalau kita diperintah (oleh pemimpin yang baik), itulah jalan untuk kita memberi ketaatan. Rupanya cantik kita gunakan ke arah kebaikan. Hodoh? kita terselamat daripada fitnah dan godaan. Ya, dalam apa jua takdir Allah, hati kita dipimpin untuk memahami apa maksud Allah di sebalik takdir itu.

Jadi, kita tidak akan merungut, stres dan tertekan dengan ujian hidup. Hayatilah kata-apa yang ditulis oleh Ibnu Atoillah ini:
“Untuk meringankan kepedihan bala yang menimpa, hendak dikenal bahawa Allah-lah yang menurunkan bala itu. Dan yakinlah bahawa keputusan (takdir) Allah itu akan memberikan yang terbaik.”

Tadbirlah hidup kita sebaik-baiknya, namun ingatlah takdir Tuhan sentiasa mengatasi tadbir insan. Jangan cuba mengambil alih “kerja Tuhan” yakni cuba menentukan arah angin dalam kehidupan ini tetapi buatlah kerja kita, yakni mengawal pelayaran hidup kita dengan meningkatkan iman dari semasa ke semasa. Kata bijak pandai: “It’s not what happens to you, but it’s what you do about it. It is not how low you fall but how high you bounce back!”

•Mendapat hikmah bila diuji.
Hikmah adalah sesuatu yang tersirat di sebalik yang tersurat. Hikmah dikurniakan sebagai hadiah paling besar dengan satu ujian. Hikmah hanya dapat ditempa oleh “mehnah” – didikan langsung daripada Allah melalui ujian-ujian-Nya. Ra¬sul¬ullah s.a.w. bersabda, “perumpamaan orang yang beriman apabila ditimpa ujian, bagai besi yang dimasukkan ke dalam api, lalu hilanglah karatnya (tahi besi) dan tinggallah yang baik sahaja!”
Jika tidak diuji, bagaimana hamba yang taat itu hendak mendapat pahala sabar, syukur, reda, pemaaf, qanaah daripada Tuhan? Maka dengan ujian bentuk inilah ada di kalangan para rasul ditingkatkan kepada darjat Ulul Azmi – yakni mereka yang paling gigih, sabar dan berani menanggung ujian. Ringkas¬nya, hikmah adalah kurnia termahal di sebalik ujian buat golongan para nabi, siddiqin, syuhada dan solihin ialah mereka yang sentiasa diuji.

Firman Allah:

Apakah kamu mengira akan masuk ke dalam syurga sedangkan kepada kamu belum datang penderitaan sebagai¬mana yang dideritai orang-orang terdahulu daripada kamu, iaitu mereka ditimpa kesengsaraan, kemelaratan dan ke¬goncangan, sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya merintih: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?”
(Surah al-Baqarah: 214)

Pendek kata, bagi orang beriman, ujian bukanlah sesuatu yang negatif kerana Allah sentiasa mempunyai maksud-maksud yang baik di sebaliknya. Malah dalam keadaan ber¬dosa sekalipun, ujian didatangkan-Nya sebagai satu peng¬ampunan. Manakala dalam keadaan taat, ujian didatangkan untuk meningkatkan darjat.

Justeru, telah sering para muqarrabin (orang yang hampir dengan Allah) tentang hikmah ujian dengan berkata: “Allah melapangkan bagi mu supaya engkau tidak selalu dalam kesempitan dan Allah menyempitkan bagi mu supaya engkau tidak hanyut dalam kelapangan, dan Allah melepaskan engkau dari keduanya, supaya engkau tidak bergantung kepada sesuatu selain Allah.

Apabila keempat-empat perkara ini dapat kita miliki maka hati akan sentiasa riang, gembira dan tenang dengan setiap pekerjaan yang dilakukan. Sentiasa melakukan kerja amal, tolong menolong, bergotong royong, sentiasa bercakap benar, sopan dan hidup dengan berkasih sayang antara satu dengan lain.

Marilah kita bersihkan hati kita dari segala kotorannya dengan memperbanyak zikrullah. Itulah satu-satunya jalan untuk mencari kebahagiaan di dunia dan di akhirat nanti. Manusia perlukan zikir umpama ikan perlukan air. Tanpa zikir, hati akan mati. Tidak salah memburu kekayaan, ilmu, nama yang baik, pangkat yang tinggi tetapi zikrullah mestilah menjadi teras dan asasnya.

Insya-Allah, dengan zikrullah hati kita akan lapang sekalipun duduk di dalam pondok yang sempit apatah lagi kalau tinggal di istana yang luas. Inilah bukti keadilan Allah kerana meletakkan kebahagiaan pada zikrullah – sesuatu yang dapat dicapai oleh semua manusia tidak kira miskin atau kaya, berkuasa atau rakyat jelata, hodoh atau jelita. Dengan itu semua orang layak untuk bahagia asalkan tahu erti dan melalui jalan yang sebenar dalam mencarinya. Rupa-rupanya yang di cari terlalu dekat… hanya berada di dalam hati sendiri! // <![CDATA[//

Logged
Pengemis cinta ilahi
pemburu syahid abadi

ipm sebagai organisasi ortom yang ada di Muhammadiyah

28 Januari 2009

IPM Sebagai Organisasi Otonom Muhammadiyah di Kalangan Pelajar

Eksistensi IPM

sebagai gerakan dakwah dan kader adalah untuk mendukung gerakan dakwah Muhammadiyah. Dengan kata lain IPM menjadi bagian dalam dakwah Muhammadiyah dengan ruang lingkup yang lebih terbatas, dalam hal ini IPM concern pada pelajar. Sebagai tangan panjang Muhammadiyah dilingkungan pelajar, prinsip-prinsip gerakan IRM harus sama dengan prinsip-prinsip gerakan Muhammadiyah, yaitu menegakkan dan menjunjung tinggi agama lslam demi terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

Pada sisi yang lain IPM adalah sebuah organisasi yang otonom artinya terpisah secara kelembagaan dengan Muhammadiyah. Sebagai organisasi otonom, IPM memiliki hak dan kewajiban untuk mengelola rumah tangganya sendiri dalam binaan Muhammadiyah.

Untuk memadukan antara realitas primordial IPM yaitu sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari dakwah Muhammadiyah dan IPM sebagai organisasi otonom Muhammadiyah, maka dapat rumuskan pemahaman sebagai berikut:
1. IPM selama menjadi organisasi otonom Muhammadiyah berkewajiban untuk menjalankan misi dakwah Muhammadiyah dikalangan pelajar dan. remaja
2. Sifat otonom IPM atas Muhammadiyah dapat dipahami sebagai sifat kemandirian dalam bersikap, bertindak, dan mengambil kebijakan selama hal-hal tersebut tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar ikatan dan persyarikatan.

The hobit

 

The Hobbit

Genre: Adventure/Fantasy
Directed by: Guillermo del Toro
Starring: Ian McKellen, Andy Serkis
The Hobbit at Teaser-Trailer.com

pendapat islam

Apa yang Islam katakan mengenai perbedaan agama ?

Di dunia ini, terjadi perbedaan pendapat yang tidak akan habis-habisnya khususnya bila dikaitkan dengan mencari kebenaran. Umat Islam akan bilang bahwa Agama sayalah yang paling benar, agama Yahudi dan Kristen (yang saat ini) adalah telah sesat. Umat Islam lalu mengeluarkan bermacam-macam dalil nagli dari Al Quran..yang lucunya …justru tidak diimani oleh umat Yahudi dan Kristen.

Kalau begitu umat Yahudi dan Krisetn pun dapat berkata bahwa justru umat Islam-lah yang sesat. Dan agama Yahudi dan Kristen yang lurus. Lalu umat Yaahudi mengeluarkan berbagai ayat pendukung teorinya, Maka hingga matipun tidak akn ketemu. Siapakah yang sebenarnya SESAT itu.

Harus ada jalan tengah yang netral… untuk menghentikan PERANG URAT SYARAF tersebut, yaah…semacam “genjatan senjata”. Atau yaah!! Hubungan diplomtik gitu… Nach… jawaban diplomasi dan genjatan senjata itu ada dalam ayat-ayat Al Quran yang akan saya bahas berikut:

1. DEFENSIF, OFENSIF DAN NETRAL:

a. Defensif:

Katakanlah:”Hai manusia, jika kamu masih dalam keragu-raguan tentang agamaku, maka (ketahuilah) aku tidak menyembah yang kamu sembah selain Allah, tetapi aku menyembah Allah yang akan mematikan kamu dan aku telah diperintah supaya termasuk orang-orang yang beriman (QS 10:104)
Ayat tersebut di atas memang agak ofensif (sedikit menyerang) tetapi sekalian defensif (bertahan). Jadi umat Islam menyatakan “seolah-olah” terserah dengan agama anda, toch yang kami sembah adalah Tuhan YANG MEMATIKAN umat non Islam (Tuhan Pencipta alam semesta). Kalau begitu siapa donk Tuhan yang disembah Umat Non Islam itu.

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang salah. Karena itu barang siapa yang inkar kepada Thaghut (Pen: s?tan dan apa saja yang disembah selain Allah) dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telh berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (QS 2:256)

Ayat-ayat tersebut terkesan defensif (bertahan).

b. Ofensif:

“DAN MEREKA (YAHUDI DAN NASRANI/KRISTEN) BERKATA: ‘SEKALI-KALI TIDAK AKAN MASUK SURGA KECUALI ORANG-ORANG YANG BERAGAMA YAHUDI DAN NASRANI/KRISTEN”. Demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah: “TUNJUKKANLAH BUKTI KEBENARANMU JIKA KAMU ADALAH ORANG-ORANG YANG BENAR” (QS 2:111).

Ayat ini juga bersifat ofensif . Ia menyerang keimanan umat Yahudi dan Kristen yang SANGAT YAKIN KALAU MEREKA KELAK AKAN MASUK SURGA. Tetapi sekaligus menantang Umat Yahudi dan Kristen agar menunjukkan bukti kalau kelak mereka benar masuk surga……Jelas azha tidak dapat memberikan bukti…wong belum ada umat Yahudi dan Nasrani yang pulang dari surga…plus dengan foto-foto surga segala sebagai barang bukti…yaa khan??

Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi (QS 3: 85)

Segolongan dari ahli kitab ingin menyesatkan kamu, padahal mereka (sebenarnya) tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak menyadarinya.
Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah, padahal kamu mengetahui (kebenarannya).
Hai Ahli Kitab , mengapa kamu mencampur adukan yang haq dengan yang barhil, dan menyembunyikan kebernaran, pada kamu mengetahui (QS 3: 69-71).

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhoi Islam itu jadi agamamu (QS 5:3).

“Sesungguhnya agama (yang diridhoi) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi al kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) diantara mereka. Barang siapa terhadap ayat-ayat Allah sesungguhnya Allah ssangat cepat hiasab-Nya (QS 3:19).

C. NETRAL (GENJATAN SENJATA?):

“…..Dan Sesungguhnya KAMI ATAU KAMU yang berada dalam kebenaran, atau dalam KESESATAN yang nyata. Kamu tidak akan diminta mempertanggungjawabkan pelanggaran-pelanggaran kami dan kamipun tidak akan diminta mempertanggungjawabkan perbuatan-perbuatan kamu. KATAKANLAH: “TUHAN KELAK AKAN MENGHIMPUN/MENGUMPULKAN KITA SEMUA, KEMUDIAN DIA MEMBERI KEPUTUSAN DIANTARA KITA dengan benar. Sesungguhnya DIA MAHA PEMBERI KEPUTUSAN LAGI MAHA MENGETAHUI (QS34:24-26)”

Ayat-ayat di atas sangat Netral…. sehingga bila terjadi perdebatan antara Umat islam, Kristen dan Yahudi…dan bila dikembalikan kepada ayat ini. Maka menjdi pukuln telak (KO) dan sekaligus menjadi bumerang. Kepada agama non Islam itu sendiri. Ayat-ayat di bawah ini juga terkesan netral:

Dan katakanlah kepada orang-orang yang tidak beriman:”Berbuatlah menurut kemampuanmu; sesungguhnya Kami (Allah)-pun berbuat pula; DAN TUNGGULAH AKIBAT PERBUATANMU, SESUNGGUHNYA KAMIPUN MENUNGGU (PULA); (QS 11:121-122)

“Kewajiban Rasul tidak lain hanyalah menyampaikan, dan Allah mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan (QS 5:99)

“Kemudian jika mereka MENDEBAT KAMU (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: “AKU MENYERAHKAN DIRIKU KEPADA ALLAH DAN (DEMIKIAN PULA) ORANG-ORANG YANG MENGIKUTIKU”.
Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberikan Al Kitab dan kepada orang-orang yang ummi ( tidak bisa baca tulis). “Apakah kamu mau masuk Islam”. Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk (hidayah), dan jika mereka berpaling (Pen: tidak mau masuk Islam), maka KEWAJIBAN KAMU HANYALAH MENYAMPAIKAN (AYAT-AYAT ALLAH). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya” (QS 3:20)

Jadi Rasul SAW sekalipun dan umat Islam pada umum mempunyai tugas menyampaikan Ayat-ayat Allah, sedangkan masalah Hidayah adalah Urusan Allah.

Previous Older Entries